Relevance Feedback

•January 12, 2010 • Leave a Comment

Relevance feedback adalah umpan balik dari user yang tujuannya mengetahui apakah data yang terretrieve menurut user sesuai atau relevan dengan query yang dimaksudkan.

Terdapat 3 metode relevance feedback yang akan diperjelas dibawah ini

1. User judgement (explicit relevance feedback)

Explicit relevance feedback diperoleh dari penilai relevan dari relevansi suatu dokumen yang diambil dengan query tertentu. Penilai relevan yang dimaksud adalah penilaian yang ditafsirkan sendiri oleh user atau pengguna. Penilai relevan ini dapat menggunakan biner atau system relevansi bergradasi.

2. User behavior (implicit relevance feedback)

Implicit relevance feedback disimpulkan melalui perilaku pengguna, seperti mencatat dokumen-dokumen yang mereka lakukan dan dokumen yang tidak dipilih untuk dilihat, durasi waktu yang digunakan untuk melihat dokumen, atau browsing atau scrolling halaman.

Perbedaan implicit dengan explicit mencakup

  1. Pengguna pada system implicit tidak menilai relevansi untuk kepentingan system IR, tetapi hanya memuaskan kebutuhan mereka sendiri
  2. Pengguna pada system implicit tidak perlu diberitahu bahwa perilaku mereka (memilih dokumen) akan digunakan sebagai relevance feedback

3. Top K retrieved (blind/pseudo relevance feedback)

Blind/pseudo relevance feedback tidak melibatkan user dalam perolehan keputusannya. Awal ide blind/pseudo relevance feedback adalah mengambil n dokumen teratas dan secara sederhana mengasumsikan dokumen tersebut relevan. Jika pengambilan n dokumen teratas dengan alasan yang cukup maka system akan mengambil query terms yang baik pula. Namun bila inisialisasi pengambil n dokumen tidak bagus akan terjadi pengambilan query atau terms yang buruk.

(Sumber gambar:Relevance Feedback Jimmy Lin College of Information Studies University of Maryland)

Pseudo vs Explicit

hasil experiment perbandingan pseudo dan explicit diperoleh dari paper “Improving Information Access by Relevance and Topical Feedback”ditulis oleh Rianne Kaptein<Archives and Information Studies, Faculty of Humanities, University of Amsterdam> dan Jaap Kamps<ISLA, Faculty of Science, University of Amsterdam>

experiment pada data TREC 2008 Relevance Feedback, dimana digambarkan dibawah ini grafik pemetaan perkembangan relevance feedback yang diuji. Bila dirata-rata, explicit digabung dengan pseudo memiliki nilai 0.33. pseudo bernilai 0.3044, dan explicit bernilai 0.3198.

Explicit vs Implicit

hasil experiment perbandingan explicit dan implicit diperoleh dari paper “Comparing explicit and implicit feedback techniques for web retrieval:TREC-10 interactive track report”ditulis oleh Ryen W.White, Joemon M.Jose<Departement of Computing Science University of Glasgow,Glasgow> dan I.Ruthven<Departemen of Computer and Information Sciences University of Strathclyde,Galsgow>

Jumlah total halaman hasil yang dilihat dan query yang dimasukkan saat semua percobaan dicatat. Table 1 menunjukkan hasil rata-rata per pengguna diperoleh

sebagai bagian dari post test terhadap pengguna yang menanyakan apakah mereka merasa bahwa mereka telah menyelesaikan tugas dengan kedua sistem, berapa banyak tes yang diselesaikan dengan kedua sistem hasilnya disajikan dalam tabel 2

Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas pada kedua sistem diukur dengan hasil sebagai berikut

Berdasar uraian Pseudo vs Explicit dimana explicit memilikinilai rata-rata peningkatan yang lebih sedang pada Explicit vs Implicit bila dilihat hasil experiment. Implicit jelas memiliki hasil yang lebih optimal dibanding explicit, dapat dilihat dari nilai waktu yang lebi cepat dalam penyelesaian tugas(372.29 s), jumlah tugas yang telah berhasil diselesaikan(61), serta jumlah halaman hasil yang dilihat(3.375) dan jumlahiiterasi query(3.5625). Sehingga menurut saya pseudo << explicit << implicit maka dapat disimpulkan bahwa metode relevance feedback user behavior (implicit relevance feedback) yang paling optimal.

Project:Liburan semester ganjil 2009/2010

•January 12, 2010 • 2 Comments

1. Maunya sih ngasih ulasan buku yang baru selesai dibaca ditengah padatnya kesibukan yang bikin penat, “Bocah Muslim Di Negeri James Bond”
2. ulasan sedikit soal testing symfony

Jomblo, Apaan Seh?

•April 2, 2009 • 4 Comments

(dikutip dari Miss Right Where R U? ditulis oleh Asma Nadia & D’Jomblo’ers diterbitkan oleh Lingkar Pena Publishing House)

Semacam kembang api, temannya kopi hangat kali, ya?

(Fadillah, Lampung)

Salah! Yang bener minuman pake es batu, diminum siang-siang. Wuiiih, sueeeger banget!

(Depo, Rumah Cahaya Depok)

Bukan, bukan! Jomblo itu sejenis makanan yang terbuat dari singkong yang diisi tempe… enak tenan!:P

(Someone, Friendster)

Makin kacau:Jomblo itu… propinsi yang ada di Sumatera… eh itu Jambi, ya?GARING! Jomblo itu ya melongo saban malem Minggu datang n cuma ngiler klo liat cwo-cwe gandengan… hik… hik… betapa ga enak jd jomblo. (Andi, Friendster)

Asyik, meski kadang nge-BT-in.

(Tammy, Rumah Cahaya Depok)

Jomblo…

Jomblo itu bagaikan buang angin…

ditahan, sakit…

dilepas, malu…

(karangan FAvorisen, Copyright(c)2004).

(Mirip cinta, ya…?!)

Jomblo adalah sebuah kebebasan dan sekaligus suatu kesempatan untuk mengintrospeksi diri kita secara mendalam(seurius, euy!). Intinya sich ga usah malu ama penyandangan status jomblo pd diri kita, justru momen kaya gini bisa kita pake bwt cuci mata, ngelaba, dsb. hehehe. Intinya, jgn dibawa beban, Bos! Just give ur heart and soul freedom. Thats all folks.

(Mono, Friendster)

Jomblo itu indah, tapi klo kelamaan jd pgn muntah. Jadi, intinya jomblo itu anugerah!(lho?)

(Ranggafumi, Friendster)

Kebahagiaan tiada tara! Bangun pagi dalam kebebasan! Saatnya melakukan semua yang lo mau! Santai! Ga ada orang ngomel kalo pulang kemaleman, bangun kesiangan, atau jalan ama dua ratus temen cowo sekaligus! Hehe, kebanyakan ya? Kidding. Anyway, jomblo… adalah… SEMPURNA! (yasMINE, Friendster)

Komitmen diri, tanpa pacar kita lebih easy going n bisa PDKT sama siapa pun (Kusuma, Sumsel) PUAAASSS…! Punya waktu yg buaaanyaaakkk bgt. Buat ngelakuin apah ajah yg gue mau lakuin! main sama sapa ajaaah…! Hhh… BAHAGIA…!

(:::widYa:::, Friendster)

Jomblo=Freedom

Tp-tp kanan kiri ndak ada yang marah ato keberatan, yang pasti waktu dan energi dicurahin buat ngelakuin sesuatu yang berguna daripada runtang-runtung berdua tanpa tujuan jelas….

(::NuBims::., Friendster)

Jomblo, Oke gitu loh!

(Dini, Rumah Cahaya Depok)

Jomblo bearti semakin panjang waktuku menunggu pangeran berkuda putih datang menjemput.

(Hana, Editor)

Jomblo bukan aib bukan pula status yang menyedihkan Tapi adalah kebebasan Kebebasan dalam bergaul Kebebasan dalam berekspresi Kebebasan dalam waktu Kebebasan dalam mengerahkan segenap tenaga untuk menyayangi orang-orang yang bener2 akan selalu berada disamping kita Jomblo sich setauku bantu aku jauh lebih enteng buat ngelangkah setiap saat. Masalah pangeran tampan berbudi luhur berkuda putih Menurutku akan datang diwaktu dan tempat yang tepat karena dia memang tepat untuk kita.

(Dyna, Ardyna.wordpress.com)

Dua Tanda Ular

•March 27, 2009 • Leave a Comment

Dua Tanda Ular adalah bukanlah kelompok garis keras atau kelompok genk motor tapi Dua Tanda Ular adalah sekelompok aliansi keren di SMA Negeri 2 Madiun yang jadi wadah petinggi petinggi organisasi yang bakal lengser dan kita jadi tim sukses salah satu kandidat ketua osis saat itu secara diam-diam.

Nah cerita selebihnya, saya kutip dari beberapa tulisan temen saya yang lebih fasih menceritakan hal ini

Dari Blog Anatasya

DUA TANDA ULAR revisi Anatasya

February 13th, 2008 by gonsuke

DUA TANDA ULAR,
bukan,,bukan
ini ngga ada hubungannya dg Harry Potter dan Voldemort

nama DUA TANDA ULAR muncul sebagai persekutuan sebuah aliansi super keren.
diawali dg debat kusir mengenai nama yg cocok untuk mewakili 6 mahkluk aneh tapi ngangenin,,,

Sebenarnya sebelum nama Dua Tanda Ular ada, dan pingkuk belum
bergabung, sempat kita mencoba nama “IKH BODI PANAS” singkatan dari
Ikhfaul, Boni, Diah, Pandu dan Anas. Namun dari kelas diatas mushola
tiba2 Ardyna sang bendahara muncul sambil mengibar-ngibarkan selembar
uang sepuluh ribu. Karena dana kami yang saat itu sangat minim (tidak
sampai dua puluh ribu) dan mengingat atribut yang akan kami buat
terlalu banyak untuk 20 ribu, kami langsung saja ngiler sambil
mengejar-ngejar uang yang dijatuhkan Ardyna dari lantai 2. Alhasil
resmilah bendahara OSIS itu bergabung. Namun kami juga bingung
menyisipkan namanya ke singkatan yang telah mapan (walaupun terdengar
najis) itu. Tiba-tiba sang Editor alias saya sendiri berkata “
Bagaimana kalau ‘IKH, BODI ARDYNA
PANAS!!’ ?” Tapi berhubung dia
langsung moreng-moreng(ngamuk-ngamuk) begitu mendengarnya kami langsung
memutuskan memilih DUA TANDA ULAR saja. Selain itu DUA TANDA ULAR
memang terdengar lebih keren.

DU : diambil dari kata ‘ndu’ dari nama seorang ketua OSIS saat itu ‘panDU dayarahman’
A : diambil dari kata ‘an’ dari nama seorang mantan ketua MPK saat itu ‘Anatasia novitasari’
TA : diambil dari kata ‘gusta’ dari nama seorang ketua ekskul komputer saat itu ‘boni agusTA’
NDA : ini yang paling ‘mekso’ diambil dari kata ‘ndari’ dari nama seorang editor majalah sekolah saat itu ‘diah wulaNDAri’
UL : diambil dari kata ‘faul’ dari nama seorang mantan humas MPK saat itu ‘ikhfaUL rekyanata’
AR : diambil dari kata ‘ardi’ dari nama seorang bendahara OSIS saat itu ‘ARdina wahyu’

dan di tengah perjalanan perkumpulan aneh ini bergabunglah seorang
ciek alias pingkuk alias rousta ato dengan nama lengkap ‘dian rousta’
seorang sekretaris OSIS pada masa itu. di sinilah mulai muncul
perdebatan yg cukup sepele, penggantian nama perkumpulan menjadi DUA
TANDA ULAR PINGKUK, dengan artian bahwa ular tersebut berasal dari
sawah di sebuah daerah terpencil bernama desa ‘pingkuk’. namun setelah
melalui musyawarah untuk mencapai mudarat, maka nama perkumpulan adalah
tetap sebagai DUA TANDA ULAR
(yg spt sudah dibahas di atas,,memang nama yg keren,,hahahaha)

tujuan dari terbentuknya perkumpulan ini adalah tidak lain dan tidak
bukan sebagai sarana atau media kampanye seorang calon ketua OSIS, atau
dengan kalimat yang lebih sederhana tim sukses seorang calon ketua OSIS
saat itu yang bernama ‘rosandy’ alias mas gembur

perkumpulan ini bekerja sangat cepat mengingat waktu yang amat
sangat mepet, namun itu bukan suatu masalah bagi sekupulan anak aneh
ini, selain tangkas terampil dan kereaktif, beberapa dari personilnya
sudah pernah sukses menjadi tim sukses calon ketua OSIS periode
sebelumnya, mereka adalah anak2 yang memang sangat kurang kerjaan yang
amat sangat menginginkan OSIS dipimpin oleh orang yang pantas saat itu
(menurut asumsi kami tentunya)

aksi kami dimulai dengan menyebar pamflet yang melampaui batas,
sampai2 masih sekitar ratusan pamflet yang belum tersebar, sungguh
pemikiran yang jauh ke depan, karena tentu pamflet2 tsb masih bisa
bermanfaat, selain untuk bungkus tempe, penyulut api kompor minyak,
pamflet2 ini juga bisa digunakan untuk mengecek isi tinta printer,
benar2 anak2 yang berpikir sangat jauh ke depan!

kami juga sering melakukan pertemuan2 rahasia, dengan logo yang
cukup kontroversial dan komersial, yaitu angka dua yang dililiti ular
hitam tentunya bukan masalah besar untuk mendapatkan massa yang
mengkhawatirkan keselamatan hidupnya. bukannya maksud kami mengancam
maupun menakut nakuti dengan keberadaan logo kami yang menyebar ke
seluruh pelosok sekolah, tentu kami sudah berpikir jauh jauh ke depan
sehingga memutuskan untuk memakai logo cukup sadis itu

pucak karier kami adalah saat dimana kami membuat  spanduk yang
berasal dari dana urunan bersama kami. dengan perencanaan anggaran dana
yang pas2an dan personil yang tdk memiliki pengalaman kerja jadi tukang
spanduk, spanduk putih panjang bertuliskan ‘VOTE ROSANDY’ akhirnya
berhasil kami kibarkan pada saat puncak kampanye tepatnya saat upacara
bendera di hadapan beribu2 siswa dan guru, dengan metode kamuflase dan
alasan bertele2 kami berhasil menembus barikade pengaman upacara yang
cukup disegani saat itu sehingga kami bisa tiba tepat di atas mas
gembur berkampanye dan mengibarkan spanduk kebanggan kami yang kemudian
mengantarkannya ke puncak karier kursi ketua OSIS smada!

*ada sedikit cerita menarik dr penggalangan dana untuk membuat
spanduk itu. seperti yg telah dijelaskan, 2 tanda ular memang modal
nekat doank,,,pada akhirnya di tengah himpitan finansial, kami
memutuskan untuk menggarong gaji mantan ketua OSIS kita (asa
widiastomo) yg lg pertukaran pelajar di Amrik. gaji yg dimaksud adl
gaji dr BIAS (majalah sekolah).
YESS,,,BIAS mang oke
ya iyaaaaa laaaahhh,,,secara banyak anggota 2 tanda ular adl pengurus BIAS
anas = artikelis, asa = reporter, diah = editor, boni = editor,
(saya lupa,,,apakah ardyna juga bergabung dalam BIAS??? maap,,ingatan saya memang kadang2 payahhh,,,,)

uuhh,,,waktu yg bener2 ngangenin!

masa yang paling indah adl masa2 d SMA??
(wah,,,alm. bang chrisye mang bener bgt!!!))

*dikutip dari blog milik diah dan boni
dg sedikit perubahan

Dari Blog Diah

DUA TANDA ULAR revisi dari diah

February 9th, 2008 by gonsuke

Bagi yang udah baca Blog Boni tentang Dua Tanda Ular (bagi yang belum baca, sebaiknya baca dulu biar nyambung), sebenarnya ada beberapa hal yang terlewat seperti:

1. Sebenarnya sebelum nama Dua Tanda Ular ada, dan pingkuk belum bergabung, sempat kita mencoba nama “IKH BODI PANAS” singkatan dari Ikhfaul, Boni, Diah, Pandu dan Anas. Namun dari kelas diatas mushola tiba2 Ardyna sang bendahara muncul sambil mengibar-ngibarkan selembar uang sepuluh ribu. Karena dana kami yang saat itu sangat minim (tidak sampai dua puluh ribu) dan mengingat atribut yang akan kami buat terlalu banyak untuk 20 ribu, kami langsung saja ngiler sambil mengejar-ngejar uang yang dijatuhkan Ardyna dari lantai 2. Alhasil resmilah bendahara OSIS itu bergabung. Namun kami juga bingung menyisipkan namanya ke singkatan yang telah mapan (walaupun terdengar najis) itu. Tiba-tiba sang Editor alias saya sendiri berkata ” Bagaimana kalau ‘IKH, BODI ARDYNA
PANAS!!’ ?” Tapi berhubung dia langsung moreng-moreng(ngamuk-ngamuk) begitu mendengarnya kami langsung memutuskan memilih DUA TANDA ULAR saja. Selain itu DUA TANDA ULAR memang terdengar lebih keren.

2. Sebenarnya mengenai simbol itu, designer dua tanda ular alias Boni menggambar ularnya seperti sendok makan punyak mak-mak. Tapi untunglah dengan sedikit pressure  (dengan mengomel-ngomel dan berteriak-teriak  pada Boni untuk membuat Ular yang lebih  garang , bukan ular yang imut) akhirnya dia berhasil.

3. Sebenarnya uang hasil kita wul (patungan) kurang untuk membuat spanduk. Tapi sang ketua OSIS yang akan pensiun itu keukeh ingin membuat kejutan dengan spanduk. Ok. Akhirnya dengan keahlian kita memprovokasi (yang belum tersebut di blog Boni), kita berhasil menarik para donatur dengan donatur terbesar Rahma Anindita (sang Putri Smada). Duit pun akhirnya pas banget untuk membeli kain (buat spanduk), perlu dicatat “kain”, bukan “spanduk”. Alhasil kita membuat sendiri spanduk dengan kemampuan yang asal (karena kita belum pernah kerja praktek di tukang sablon).

4. Sebernarnya menembus barikade yang ketat itu berlebihan. Hanya perlu tersenyum pada guru yang suka berkeliling dan mengomel pada murid yang tidak mengikuti upacara (T**jo) dan bilang “Tim Sukses Pak!!!!” langsung saja ia diam lalu pergi. Memang kita siswa terkenal dan sangat dipercaya guru (HUA…HUA…ha…ha..he..he)

Dari Blog Boni

DUA TANDA ULAR

February 4th, 2008 by gonsuke

DUA TANDA ULAR, sulit untuk disebut sebagai sebuah organisasi yang sah atau legal, hanya sekumpulan anak2 kurang kerjaan yang sudah dalam masa menuju pensiun pada jabatannya masing2 yang kebetulan saja bertemu di mushola seusai shalat dhuhur

nama DUA TANDA ULAR pun muncul atas dasar paksaan alian ‘mekso’, merupakan singkatan dari nama-nama personilnya, berikut ini penjabarannya :
DU : diambil dari kata ‘ndu’ dari nama seorang ketua OSIS saat itu ‘panDU dayarahman’
A : diambil dari kata ‘an’ dari nama seorang mantan ketua MPK saat itu ‘Anatasia novitasari’
TA : diambil dari kata ‘gusta’ dari nama seorang ketua ekskul komputer saat itu ‘boni agusTA’
NDA : ini yang paling ‘mekso’ diambil dari kata ‘ndari’ dari nama seorang editor majalah sekolah saat itu ‘diah wulaNDAri’
UL : diambil dari kata ‘faul’ dari nama seorang mantan humas MPK saat itu ‘ikhfaUL rekyanata’
AR : diambil dari kata ‘ardi’ dari nama seorang bendahara OSIS saat itu ‘ARdina wahyu’
dan di tengah perjalanan perkumpulan aneh ini bergabunglah seorang ciek alias pingkuk alias rousta ato dengan nama lengkap ‘dian rousta’ seorang sekretaris OSIS pada masa itu. di sinilah mulai muncul perdebatan yg cukup sepele, penggantian nama perkumpulan menjadi DUA TANDA ULAR PINGKUK, dengan artian bahwa ular tersebut berasal dari sawah di sebuah daerah terpencil bernama desa ‘pingkuk’. namun setelah melalui musyawarah untuk mencapai mudarat, maka nama perkumpulan adalah tetap sebagai DUA TANDA ULAR
tujuan dari terbentuknya perkumpulan ini adalah tidak lain dan tidak bukan sebagai sarana atau media kampanye seorang calon ketua OSIS, atau dengan kalimat yang lebih sederhana tim sukses seorang calon ketua OSIS saat itu yang bernama ‘rosandy’ alias mas gembur
perkumpulan ini bekerja sangat cepat mengingat waktu yang amat sangat mepet, namun itu bukan suatu masalah bagi sekupulan anak aneh ini, selain tangkas terampil dan kereaktif, beberapa dari personilnya sudah pernah sukses menjadi tim sukses calon ketua OSIS periode sebelumnya, mereka adalah anak2 yang memang sangat kurang kerjaan yang amat sangat menginginkan OSIS dipimpin oleh orang yang pantas saat itu (menurut asumsi kami tentunya)
aksi kami dimulai dengan menyebar pamflet yang melampaui batas, sampai2 masih sekitar ratusan pamflet yang belum tersebar, sungguh pemikiran yang jauh ke depan, karena tentu pamflet2 tsb masih bisa bermanfaat, selain untuk bungkus tempe, penyulut api kompor minyak, pamflet2 ini juga bisa digunakan untuk mengecek isi tinta printer, benar2 anak2 yang berpikir sangat jauh ke depan!
kami juga sering melakukan pertemuan2 rahasia, dengan logo yang cukup kontroversial dan komersial, yaitu angka dua yang dililiti ular hitam tentunya bukan masalah besar untuk mendapatkan massa yang mengkhawatirkan keselamatan hidupnya. bukannya maksud kami mengancam maupun menakut nakuti dengan keberadaan logo kami yang menyebar ke seluruh pelosok sekolah, tentu kami sudah berpikir jauh jauh ke depan sehingga memutuskan untuk memakai logo cukup sadis itu
pucak karier kami adalah saat dimana kami membuat  spanduk yang berasal dari dana urunan bersama kami. dengan perencanaan anggaran dana yang pas2an dan personil yang tdk memiliki pengalaman kerja jadi tukang spanduk, spanduk putih panjang bertuliskan ‘VOTE ROSANDY’ akhirnya berhasil kami kibarkan pada saat puncak kampanye tepatnya saat upacara bendera di hadapan beribu2 siswa dan guru, dengan metode kamuflase dan alasan bertele2 kami berhasil menembus barikade pengaman upacara yang cukup disegani saat itu sehingga kami bisa tiba tepat di atas mas gembur berkampanye dan mengibarkan spanduk kebanggan kami yang kemudian mengantarkannya ke puncak karier kursi ketua OSIS smada!

Ya itu kenangan semasa SMA yang pastinya kenangan itu sulit tergantikan…………..klo dibilang kita orang tersohor di SMA …..SO PASTINYA ITU!!!!

Klo agak narsis, wah bawaan tuh!!!

Tiket Kereta Api

•March 27, 2009 • Leave a Comment

cuma pingin cerita aja, tanggal 8 april 09 ini saya berencana pulang ke madiun dan kebetulan alat transportasi favorit saya kereta api soalnya gak pake macet

klo mo beli aku pastinya telpon reservasi tiket dulu, dari reservasi bilang klo tiket kereta gak ada kenaikan walau besoknya da libur nasional pemilu. tiket kereta eksekutif tujuan madiun harganya 185.000, jujur seneng dong gak da kenaikan harga.

nah masalah muncul saat chat ma temenku  yang baru aja beli tiket kereta untuk tgl 8 juga, dia bilang klo harga tiket kereta bisnis 175.000 dan eksekutif 300.000

pertama kali dalam pikirku sialan PT KAI, seenaknya aja naikin tarif.

entah kenapa saya sedikit gak terima dengan informasi tersebut maka tepat 12.30 tgl 27 maret saya telpon reservasi tiket kereta apai untuk meminta pertanggungjawaban.

akhirnya dari 1/2 jam pembicaraan ditelpon saya tahu bahwa telah terjadi missunderstanding antara teman saya dan pihak PT.KAI, dari pembicaraan ditelpon tersebut saya ketahui bahwa:

1. tiket kereta api bisnis tujuan surabaya (Mutiara Selatan) memiliki 2 harga, harga jarak dekat yaitu bila tujuan kita antara Bandung-Solo seharga 110.000 . harga jarak jauh yaitu bila tujuan kita telah melebihi Solo harga tiket senilai 175.000.

2. tiket kereta api eksekutif tujuan surabaya(Turangga dan Argowilis) memiliki 3 harga, harga jarak dekat yaitu bila tujuan kita antara Bandung-Jogja seharga 175.000. Harga jarak menengah yaitu bila tujuan kita melebihi Jogja tapi masih berada di dalam kawasan Solo atau Madiun seharga 185.000. Harga jarak jauh bila telah melampaui daerah Madiun seharga 300.000

Semoga informasi tadi dapat bermanfaat, makasih PT.KAI yang setia melayani